Uncategorized


“BA-nya CONOCO katanya 4 juta. Padahal oil company.”

”Eh MT-nya Niaga katanya paling oke lho. Kalau lulus dari situ daya jual lo jadi tinggi banget.”

”Kalo di Freeport katanya pulang-pergi nya lewat daerah konflik ya? Tapi kan fasilitasnya gila banget.”

”Ah gw mah gaji 3-4 juta juga gpp. Asal kerjanya kantoran, gk dibawa pulang. Jadi gw masih bisa ngurusin usaha gw.”

”Senior gw dialokasiin di Schlumberger Venezuela. Enak juga ya. Tapi nguli kali kerjanya.”

”Senior gw di Accenture, masuk tahun lalu, 8 digit tuh gajinya. Eh McKinsey katanya lagi buka lowongan. Segitu juga gk ya?”

”Eh Deutsche Bank ada company presentation ya tanggal 16 ntar?”

Percakapan kaya tadi entah kenapa sangat intens gw denger belakangan ini. Rasanya angkatan gw mulai panik dan bergerilya untuk mendapatkan sebuah job offer. Ya wajar sih, kami kan mahasiswa tingkat 4 (merasa tua.. tua.. tua..). Banyak di angkatan gw yang mengincar untuk lulus di bulan Juli. Pilihan yang baru populer sejak angkatan 2003 banyak yang lulus di periode itu. Dulu sih, kepikirannya lulus Oktober atau malah Maret. Karena bulan Juli kan waktunya liburan. Jadi lulus di bulan itu artinya tidak akan mengalami arak – arakan yang ramai. Gw sih suka sekali dengan tradisi arak – arakan di kampus saya. Apalagi kalau melihat push-up berantai yang kadang – kadang dilakukan jurusan – jurusan timur itu. Menarik.. Yeah, I have to admit that I have a thing for push-up. I don’t know, it’s just look so manly.. :P Sampai – sampai gw mengorbankan seorang teman untuk menvideokan adegan push-up di wisuda Oktober 2007 kemaren. Ternyata bisa gw liat di vcd lfm dengan angle yang lebih baik, hehe.. Maaf ya Buddy..

Tuh kan gw emang gk fokus, seperti komentar yang selalu dilontarkan teman gw. Tadinya kan mo ngomongin soal job searching. Pencarian kerja ini sampai membuat gw dan Nurul merasa kami akan menjadi banci career days. Sampai saat ini sih, kami sudah ditolak mbak –mbak di stand Total dan HSBC 2X gara2 status undergraduate kami. Dan lagi – lagi gara – gara gosip adanya sistem blacklist di Total, akhirnya gw gk jadi masukin resume. Di kampus, sejak awal minggu ini sehari gw bisa diajakin 3 orang berbeda ke GKU Timur buat daftar PCD. Hehe, sementara gw dan Agus malah memikirkan untuk berbagi password sajah. Hemat :P .

Kalo dipikir, gila juga ya apa yang harus gw lakukan smester ini. Beginilah kira – kira daftarnya :

   1.Ngerjain TA yang draft bab 1-3 nya pun belum – belum juga gw kasih ke calon pembimbing gw karena alasan gw lagi gk mood bimbingan. Padahal bikin modelnya aja masih mengawang – awang. Sementara, sebelum bisa meng-apply buat TA di BI, draft itu musti udah jadi. Hhh, bayanginnya cape euy.. Tapi lulus di bulan Juli terus dilanjutkan jalan – jalan ke China pada masa – masa Olimpiade terlihat SUNGGUH menyenangkan.

   2.les toefl atau ielts atau apapun untuk meningkatkan skill bahasa inggris gw yang rasanya menurun dari waktu SMA dulu. Hmm, ini salah satu alasan juga kenapa blog ini ada. Biar gw punya tempat untuk latihan menulis dalam bhs inggris dimana hasilnya bisa dilihat dan dicerca semua orang. Koreksi – koreksi teman – teman gw itu terbukti membangun kok.

   3.Belajar.. Belajar.. Belajar.. biar gk ngerepotin Febri, Rahmat, dan Abid..

  4.Kemudian mencari kerja yang bisa mengakomodir kebutuhan finansial dan emosional gw, dimana rasanya susah gwdapatkan di industri manufaktur. He, yang kebayang adalah disana gw harus menghabiskan 8 jam sehari di bangunan pabrik yang penuh mesin dan conveyor, yang biasanya gelap seperti tidak ada cahaya kehidupan, dengan berbagai alarm yang mungkin akan berbunyi setiap saat. Berlebihan sih.. Tapi gw sih mendingan di rig sekalian. Rasanya mungkin akan lebih seru. Walaupun kata Bie, dia tidak menyarankan gw kerja di rig karena khawatir dengan sexual harrasment-nya. Tapi kan salary-nya sungguh sangat menarik. Atau kerja di bank. Yah BI dengan tunjangan – tunjangan-nya itu menarik, apalagi dengan seleksi seru luar biasa yang dilalui 5x oleh kenalan teman gw sampai baru bisa dia tembus. Menantang.. Atau bank internasional yang program MT-nya bisa bikin gw jalan – jalan ke luar negeri? Hehe, topik ingin kerjaan seperti apa ini selalu menarik untuk menjadi part of lunch gossip.

   5.Nyari – nyari model kebaya, cari bahan kebaya, cari tukang jahit (berharap Anne Avanti mau ngasih diskon 90% kalo gw nunjukin kartu mahasiswa), yah ini kerjaan menarik untuk dilakukan kalo lagi ingin lari dari kebosanan ngurusin TA.

   6.Lalu mencari PW? Haha, gonna skip this.. Rasanya sedang tidak into dengan kegiatan mencari PW atau pasangan wisuda ini. Toh bahkan gw saja perlu tiket lebih untuk memasukkan keluarga besar saya itu ke Sabuga. Juga karena sekarang saya sedang menjalankan program ’belajar-kuat-sendiri’ (Cong, gw yakin gw bisa ko).

Hmm, semester ini walaupun dijalani dengan 11 sks tapi tampaknya akan jauh lebih berat dari semester 5 dengan PTI I + Abau itu. Jadi, gw akan berdoa agar bisa berada di akhir semester ini dengan mental yang tetap sehat.. Dan semoga Tuhan menunjukkan jalan yang TERBAIK buat gw.. Apapun itu.. Guess that i’m just gonna need to trust HIM.

Tersebutlah suatu perlombaan keilmuan TI yang diadakan oleh TI-UI bernama LKTI. Untuk mengikuti lomba ini, satu universitas hanya dapat mengirimkan dua tim perwakilannya. Nah, ternyata ada 9 tim yang tertarik mengikuti lomba ini dari TI-ITB. Jadi diadakanlah sebuah seleksi internal. Tahun lalu, seleksi internal diadakan dalam bentuk membuat paper. Tahun ini, karena tema Environment & Energy yang diusung maka pembuatan paper akan sulit diadakan karena sulitnya mencari dosen TI yang berkompeten dalam bidang itu dan dapat menilai paper tsb. Lalu, dibuatlah sebuah forum berisi ke-9 tim yang ada untuk membicarakan teknis seleksi internal dan tim mana yang akan diajukan untuk mewakili TI-ITB. Forum dimulai jam 5 sore di HIM. Setelah rapat 3 jam yang melelahkan. Membicarakan kelayakan tim – tim yang ada, menganalisis semua kemungkinan teknik seleksi yang ada, dari bikin paper, seleksi IPK, voting.. akhirnya dipilihlah cara UNDIAN.. A bit freak, isn’t it? Hmm, tapi siapa juga yang sanggup membuat paper begadang semaleman di minggu pertama semester dimana mood kuliah belum terkumpul seluruhnya? Lalu.. Lalu.. Lalu.. Keluarlah dua nama tim.. Salah satunya tim 2..

Yup, that’s my team number. We win.. Haha, sebenarnya kata menang kurang pantes dipake disini. Let just say, we’re lucky. Tapi keberuntungan itu kan sebagian dari skill juga. Ada tangan Tuhan bekerja disana. Hmm, tapi mau mendengar excuse apapun.. Rasanya masih ada yang mengganjal. Semua ini fair. Ini yang diinginkan forum. Dan jika bukan saya yang terpilih, saya pasti akan menganggap tim yang terpilih memang berhak. Tapi.. Ketika sayalah yang terpilih sekarang, saya tidak puas. Saya masih ingin kami terpilih karena memang kami kompeten. Asumsi bahwa semua tim punya kompetensi sama rasanya menjadi tidak adil. Saya yakin kok ada tim yang merasa dan memang memiliki kompetensi lebih dari yang lain. Dan mungkin sekali ada yang tidak puas dengan hasil ini. Dan inilah yang mengganjal. Saya ingin memuaskan semua pihak. Saya ingin menang berdasar atas semua kriteria yang membuktikan kami memang layak. Tapi, ya ini sudah terjadi. Toh selama proses itu saya memang tidak berdoa untuk menang ataupun kalah. Saya berdoa untuk hasil terbaik. Karena saya sendiri tidak yakin apa yang saya inginkan. Do i really wanna win that? Sampai sekarang pun saya masih tidak yakin. Tapi, seperti kata Rahmat, teman se-tim saya, kita sudah sejauh ini.. Hmm, forum 3 jam itu memang malah mungkin lebih melelahkan dari kompetisi sebenarnya nanti.. Hehe.. So, we’re gonna try our best.. Agar tidak mengecewakan semua pihak nantinya..

After reviewing the book. I remember a case-story. About a girl who realized that this guy in her life just not into her like she hopes. A best friend of mine has been in a-best-friend-kind relationship with a guy. My friend was considering an option and she discussed it with this guy. Then he asked my friend whether she still could be his ‘substitute’ or not if she took this option (I can’t tell u what the option is, it’s private). Heard the word ‘substitute’, my friend realized that there’s something wrong in her relationship. She listed down her thoughts. Here are some items on her list :

  • They kinda made a statement that they’re just good friends, but this guy flirted a lot.. At least, in my friend’s opinion. She didn’t sure whether the guy really tried to hit on her or it just her feeling and this guy always treats all her girl-friends like that. But both of the options are bad. If he’s really trying to hit on her then say it out loud, don’t always say the we’re-just-friend kind of statements. If he always treats all her girl-friend like that, then she just doesn’t agree with this style. It could reaaaaaally leads to misapprehension. Or is this what this guy wanting?
  • He made a promise, crossed it, came again another time, twisted the conversation so my friend won’t bother about the promise. He made a mistake. Didn’t apologize. Twisted conversation again.. And on.. And on.. But my friend just never forgets. And right then all the crossed promises, mistakes were flashing back in her mind.
  • He bullied this girl. He seems always found a way to make this girl fells not comfortable with herself. Especially when he had bad emotion that day. He made issues about my friend’s intelligence, skills, mental health. He made comments about my friend’s body. And he even doubted her understanding about religion. And these things are not healthy. It made her frustrated, angry. He doesn’t have any rights to humiliate her. To belittle her. Does he need to feel superior by mocking others? She just doesn’t need a friend like that.

 

After making this list, she tried to make a conclusion. Maybe, he’s just not into her. Not into as a boyfriend, of course. And also not into as a friend. Friendship is supposed to be about comfort. And sometimes she didn’t find it. Yeah, they also had really much fun together, but maybe it’s just worth to be remembered… And pride is worth more than that.

 

Then she made a harsh decision. Now, she’s starting to leave the relationship. For good.. She can’t be a substitute anymore. She needs the permanent-full-time-job. A full time girlfriend. A full time best friend. If she’s not getting this from this guy, there’re must be another person that she will find in another corner.. And she just can’t stand to be around this guy anymore. The more she involves with the guy, the more bad thoughts and feelings she has. She feels awful about her decisions. She feels so arrogant. Ruining up a good relationship because she couldn’t control her feeling. If she remembering the good times they had, she feels like a bad person. She knows that someday she will be regret her decision to throw away a good friend like him, but right now, it feels so DAMN right. So, dear my friend, good luck. May the force (always) be with you..

 

PS : Sorry again about the messy grammar, vocabulary, and others. I’m in a learning process to sharpen my writing skills J. Please do let me know if you found any mistakes. Thanks for stopping by..

Berawal dari sebuah kalimat “saya ingin menulis”..

« Previous Page