Tersebutlah suatu perlombaan keilmuan TI yang diadakan oleh TI-UI bernama LKTI. Untuk mengikuti lomba ini, satu universitas hanya dapat mengirimkan dua tim perwakilannya. Nah, ternyata ada 9 tim yang tertarik mengikuti lomba ini dari TI-ITB. Jadi diadakanlah sebuah seleksi internal. Tahun lalu, seleksi internal diadakan dalam bentuk membuat paper. Tahun ini, karena tema Environment & Energy yang diusung maka pembuatan paper akan sulit diadakan karena sulitnya mencari dosen TI yang berkompeten dalam bidang itu dan dapat menilai paper tsb. Lalu, dibuatlah sebuah forum berisi ke-9 tim yang ada untuk membicarakan teknis seleksi internal dan tim mana yang akan diajukan untuk mewakili TI-ITB. Forum dimulai jam 5 sore di HIM. Setelah rapat 3 jam yang melelahkan. Membicarakan kelayakan tim – tim yang ada, menganalisis semua kemungkinan teknik seleksi yang ada, dari bikin paper, seleksi IPK, voting.. akhirnya dipilihlah cara UNDIAN.. A bit freak, isn’t it? Hmm, tapi siapa juga yang sanggup membuat paper begadang semaleman di minggu pertama semester dimana mood kuliah belum terkumpul seluruhnya? Lalu.. Lalu.. Lalu.. Keluarlah dua nama tim.. Salah satunya tim 2..

Yup, that’s my team number. We win.. Haha, sebenarnya kata menang kurang pantes dipake disini. Let just say, we’re lucky. Tapi keberuntungan itu kan sebagian dari skill juga. Ada tangan Tuhan bekerja disana. Hmm, tapi mau mendengar excuse apapun.. Rasanya masih ada yang mengganjal. Semua ini fair. Ini yang diinginkan forum. Dan jika bukan saya yang terpilih, saya pasti akan menganggap tim yang terpilih memang berhak. Tapi.. Ketika sayalah yang terpilih sekarang, saya tidak puas. Saya masih ingin kami terpilih karena memang kami kompeten. Asumsi bahwa semua tim punya kompetensi sama rasanya menjadi tidak adil. Saya yakin kok ada tim yang merasa dan memang memiliki kompetensi lebih dari yang lain. Dan mungkin sekali ada yang tidak puas dengan hasil ini. Dan inilah yang mengganjal. Saya ingin memuaskan semua pihak. Saya ingin menang berdasar atas semua kriteria yang membuktikan kami memang layak. Tapi, ya ini sudah terjadi. Toh selama proses itu saya memang tidak berdoa untuk menang ataupun kalah. Saya berdoa untuk hasil terbaik. Karena saya sendiri tidak yakin apa yang saya inginkan. Do i really wanna win that? Sampai sekarang pun saya masih tidak yakin. Tapi, seperti kata Rahmat, teman se-tim saya, kita sudah sejauh ini.. Hmm, forum 3 jam itu memang malah mungkin lebih melelahkan dari kompetisi sebenarnya nanti.. Hehe.. So, we’re gonna try our best.. Agar tidak mengecewakan semua pihak nantinya..